Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) adalah metode deteksi dini kanker serviks yang sederhana, cepat, dan murah. Caranya adalah dengan mengoleskan larutan asam asetat pada leher rahim dan melihat apakah ada perubahan warna menjadi putih, yang dapat menandakan adanya sel abnormal. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan oleh wanita yang sudah aktif secara seksual dan tidak sedang haid atau hamil.
Prosedur pemeriksaan
1. Persiapan: Pasien berbaring di atas meja pemeriksaan.
2. Pemasangan Spekulum: Alat bernama spekulum (cocor bebek) dimasukkan ke dalam vagina untuk membuka jalan lahir sehingga leher rahim terlihat jelas.
3. Pengolesan Asam Asetat: Bidan atau dokter akan mengoleskan larutan asam asetat 3-5% ke permukaan leher rahim menggunakan kapas.
4. Observasi: Setelah satu menit, petugas akan mengamati reaksinya. Jika ada sel abnormal, akan muncul bercak putih pada leher rahim.
5. Hasil: Hasilnya bisa diketahui langsung setelah pemeriksaan selesai.
Syarat dan ketentuan : sudah pernah berhubungan seksual, tidak sedang haid, tidak sedang hamil, tidak melakukan hubungan seksual selama 24 jam sebelum pemeriksaan.
Idealnya dilakukan pada wanita usia subur (30-50 tahun), tetapi bisa juga dilakukan pada usia lain yang aktif secara seksual.
Tindak lanjut setelah pemeriksaan
Jika hasilnya normal: Dianjurkan untuk mengulang pemeriksaan secara berkala (biasanya tiga tahun sekali). Jika hasilnya meragukan atau positif: Pasien akan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan atau pengobatan lebih lanjut seperti krioterapi atau rujukan ke spesialis, tergantung tingkat kelainannya.